Sidang Perkara Pidana PILAKADA Di Pengadilan Negeri Ciamis


Pada hari Rabu, Tanggal 18 Nopember 2015, Jam 11.30. WIB., telah berlangsung sidang pertama perkara pidana Pilkada Kabupaten Pangandaran dengan nomor register perkara pidana Nomor 1/Pid.Sus.Pemilihan/2015/PN Cms dengan terdakwa IKIN SODIKIN RISDIANTO Bin RASDI yang dilaksanakan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Ciamis. Persidangan dipimpin oleh Majelis Hakim JUDIJANTO HADI LAKSANA, SH. sebagai Hakim Ketua Majelis, ANDRI PURWANTO, SH., MH dan DAVID PANGGABEAN, SH. masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang dbantu oleh ENGKUS KUSMAWAN, SH. Sebagai Panitera Pengganti dan HERLINA, SH. serta HENDI ROHAENDI, SH. Sebagai Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Ciamis; Dalam sidang pertama tersebut Terdakwa IKIN SODIKIN RISDIANTO Bin RASDI yang didampingi oleh Penasehat hukumnya ANANG FITRIANA, SH., Dkk. didakwa sebagaimana dalam dakwaan tertanggal 17 Nopember 2015 No.Reg. Perk : PDM-III/001/Ciami/11/2015 telah melanggar pasal 188 Jo Pasal 71 ayat (1) UU RI no 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang; Dalam rangkaian persidangan tersebut telah didengarkan keterangan saksi yang terdiri dari 7 (tujuh) orang saksi dan 1 (satu) orang ahli serta keterangan Terdakwa. Dalam surat tuntutannya jaksa penuntut umum menuntut agar Terdakwa dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman berupa, menyatakan Terdakwa IKIN SODIKIN RASDIANTO Bin RASDI bersalah melakukan tindak pidana “ Dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon selama masa kampanye” sebagaimana dalam dakwaan tunggal dan menjatuhkan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan namun pidana penjara tersebut tidak usah dijalankan kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan bahwa Terdakwa melakukan perbuatan pidana sebelum masa percobaan selama 6 (enam) bulan berakhir serta menghukum pula untuk membayar denda sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan; Setelah mendengarkan nota pembelaan penasehat hukum Terdakwa maka pada hari Selasa tanggal 24 Nopember 2015 Majelis Hakim mnembacakan putusan yang pada pokoknya menyatakan Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “Kepala desa yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu calon selama masa kampanye” dan oleh karenanya Majelis Hakim menjatuhkan pidana berupa pidana penjara selama 2 (dua) bulan dan Pidana denda sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) subsidair 1 (satu) bulan kurungan serta memerintahkan bahwa pidana penjara tersebut tidak usah dijalankan kecuali jika dikemudian hari ada putusan hakim yang menentukan bahwa Terdakwa melakukan perbuatan pidana sebelum masa percobaan selama 4 (empat) bulan berakhir. Atas putusan tersebut baik Terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan sikap untuk pikir-pikir atas putusan Majelis Hakim.